Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran di Pondok Pesantren Al-Khudriyah dilaksanakan dalam tiga tahapan metode: Metode Sorogan sebagai metode privat, berupa evaluasi dan setoran hafalan kitab oleh santri kepada kiai, Metode Bandungan (Wetonan/Kuliah Umum) sebagai metode dasar, dan Metode Pasaran sebagai metode tambahan.

Sebagai salah satu pesantren berbasis salafiyah murni, Pesantren Al-Khudri tidak terikat dengan yayasan manapun. Tahap pembelajaran dilaksanakan dari pagi, siang, sore, hingga malam tanpa ada pembelajaran umum atau pendidikan formal. Adapun bagi santri setingkat SD, SMP, atau SMA, diperbolehkan untuk melaksanakan pendidikan formal di sekolah yang relatif dekat dengan pesantren, seperti SD Negeri 1 Malangsari, SMP Negeri 1 Cipanas, SMP Negeri 2 Cipanas, SMA Negeri 1 Cipanas, atau pun SMK Negeri 1 Cipanas.

Metode Sorogan

Metode Privat, atau biasa disebut sorogan adalah metode di mana santri membaca kitab sedangkan Kiai menyimak dan membenarkan bacaan kitab oleh santrinya.

Saat ini metode sorogan diyakini sebagai tolok-ukur untuk mengetahui kemampuan setiap santri, karena di  Pondok Pesantren Al-Khudriyah ujian tulis tidak dilaksanakan.

Metode ini dilaksanakan bakda zuhur, dengan santri menyorogkan kitab-kitab dasar seperti al-Awamil, Al-Ajurumiyah, Yaqulu. Sedangkan ketika telah khatam dari kitab Yaqulu, para santri dipersilakan memilih kitab yang akan disorogkan berikutnya sesuai keinginan, seperti kitab al-‘Imrithy, Fathul Qarib, atau bahkan Alfiyah, dan lainnya.

Sedangkan untuk sorogan al-Quran dilaksanakan bakda magrib kepada santri senior lain.

Metode Bandungan

Metode Kuliah Umum versi pesantren dikenal sebagai Metode Bandungan atau Wetonan. Metode ini adalah metode dasar, di mana Kiai membaca, menerjemahkan, dan menjelaskan kitab-kitab kuning, sedangkan santri memaknai, menyimak, dan mencatat apa yang disampaikan oleh Kiai ataupun pengurus lain yang sedang mengkaji kitab. Di Pesantren Al-Khudri sendiri, kitab yang dikaji diterjemahkan atau dimaknai dengan Bahasa Jawa Banten, kemudian dijelaskan menggunakan Bahasa Sunda atau Bahasa Banten.

Metode Pasaran

Metode Pasaran adalah metode Pengkajian Kilatan yang hanya dilaksanakan pada bulan-bulan tertentu (musiman), sehingga waktu khatam dari satu kitab cenderung lebih cepat. Metode ini dilaksanakan seperti pada bulan Ramadan, Syawal, Dzulkaidah, dan Dzulhijjah. Biasanya pada metode Pasaran waktu pengkajian dilaksanakan lebih lama. Di Pondok Pesantren Al-Khudriyah, kitab yang rutin dikaji pada setiap pasaran adalah kitab Alfiyah Ibnu Malik.

Iklan